JALAN MENUJU QANAAH



Oleh : Ustadz Muhammad Arifin Ilham

Nabi Muhammad SAW bersabda "Orang kaya itu bukan yang banyak hartanya, tetapi yang kaya hati" (HR Bukhari). Ungkapan Nabi diatas boleh jadi inspirasi yang membangkitkan semangat kita yang ingin menjadi kaya. Ternyata, untuk menjadi kaya, tidak harus mengejar dan berupaya meraih materi sebanyak-sebanyaknya. Dengan menata hati dan berlapang dada atas semua keputusan Allah, itulah kekayaan yang sebenarnya.

Betapa banyak orang yang banyak harta tapi hidupnya susah, juga sebaliknya, tidak sedikit orang yang kelihatnya tidak punya harta, tapi hidupnya tenang dan sangat menikmati keadaannya.

Karena itu, benarlah hadits Nabi SAW diatas, orang yang kaya bukan yang banyak harta tapi yang kaya hati.

Orang yang kaya hati biasanya lekat dengan sifat kanaah. As Syaikh Ahmad Ar Rifa'i dalam Riayatal Hummah menyebutkan bahwa kanaan adalah keadaan hati yang tenang dengan mengharap ridha Allah semata serta mengambil dunia seperlunya sekadar dapat digunakan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangaNya. Orang yang qanaah itu kaya walaupun ia kelaparan.

Orang yang memiliki jiwa kanaanh akan selalu menampakkan rasa syukur. Dia tidak akan pernah mengeluh apalagi memprotes kebijakan Allah. Sebab ia merasa bahwa anugerah iman, islam dan ibadah yang diberikan kepadanya sudah lebih dari cukup untuk membuatknya tetap tersenyum di dunia dan akhirat kelak.

Sesungguhnya, Islam tidak melarang umatnya mencari kehidupan dunia. Akan tetapi, dunia haruslah dijadikan sebagai sarana dalam menggapai kebahagian akhirat.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

" Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan dunia ....." QS Al Qoshash (28) : 77)

Jalan menuju kanaah adalah :

1. Perkuat keimanan kepada Allah SWT.


Seorang muslim yakin bahwa rezekinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Sabda Rasulullah SAW. “ Kemudian Allah mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat maka ditulislah reseki, ajalnya, amalnya, celaka-bahagianya” (HR Al Bukhari, Muslim dan Ahmad).

2. Mengetahui hikmah perbedaan rezeki.

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu ? Kami telah menentukan antara penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS Al Zukhruf (43) : 32).

3. Banyak memohon kanaah kepada Allah.

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling kanaah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun beliau masih meminta kepada Allah SWT agar diberikan kanaah “Ya Allah berikan aku sikap kanaah terhadap apa yang Engkau rezekikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik “ (HR Al Hakim, beliau menyahihkannya dan disetujui oleh Adz Dzahabi)

4. Melihat kebawah dalam hal dunia.

Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah. (HR Bukhari Muslim)

0 komentar:

Poskan Komentar